- Rumah
- >
Berita
Ketika nosel kolam spa menyemprotkan air dengan kecepatan tinggi, turbulensi air yang kuat menarik udara ke dalam air, membentuk banyak gelembung kecil. Jika gelembung-gelembung ini bergabung dengan surfaktan, mereka membentuk lapisan busa yang stabil di permukaan air.
Mencampur klorin dan bromin tidak hanya sekadar menambahkan efek disinfeksi; melainkan menghasilkan reaksi kimia yang kompleks. Klorin bebas dalam air sebagian akan berubah menjadi bromin bebas (HOBr). Klorin memiliki kecepatan disinfeksi yang cepat tetapi masa pakai yang pendek, sedangkan bromin memiliki stabilitas tinggi tetapi kecepatan disinfeksi yang lambat. Pencampuran klorin dan bromin dapat menyebabkan efektivitas disinfektan yang tidak stabil.
Sebagian besar bak mandi air panas pusaran air (whirlpool spa hot tub) mempertahankan suhu sekitar 37°C hingga 40°C. Meskipun kisaran suhu ini ideal untuk relaksasi otot manusia, suhu ini merupakan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi virus. Banyak virus umum (seperti virus influenza, virus corona, dan virus entero) dinonaktifkan dengan cepat di lingkungan bersuhu tinggi.
Suhu air 40°C (sekitar 104°F) mendekati batas atas yang dapat ditoleransi dengan aman oleh tubuh manusia. Menurut standar industri untuk bak air panas, sebagian besar produsen merekomendasikan suhu air yang aman antara 38°C hingga 40°C. Melebihi kisaran ini, terutama dengan berendam dalam waktu lama, menimbulkan potensi risiko kesehatan.
Kolam spa air panas pada dasarnya merupakan perangkat yang boros energi. Jika kolam spa air panas dibiarkan menyala sepanjang malam, pemanas tetap perlu mempertahankan suhu air yang konstan (biasanya antara 36°C dan 38°C), yang berarti konsumsi energi terus menerus.
Banyak pengguna spa air panas percaya, "Saya sudah menambahkan bromin, jadi saya tidak perlu khawatir lagi tentang kualitas air," yang merupakan kesalahpahaman umum. Sebenarnya, bromin hanya mempertahankan disinfeksi berkelanjutan, sedangkan perlakuan kejut (shocking) adalah langkah yang diperlukan dalam "mengatur ulang" kualitas air secara berkala.
Komponen utama pemutih adalah natrium hipoklorit (NaClO), zat pengoksidasi kuat yang umum digunakan untuk sterilisasi, pemutihan, dan penghilangan noda. Meskipun efektif dalam menghilangkan jamur dan bakteri di lingkungan rumah, penggunaannya pada komponen kolam renang spa dapat menimbulkan potensi risiko.
Jika Anda menggunakan kolam spa air panas terutama untuk menghilangkan stres kerja atau meningkatkan kualitas tidur, 2-3 kali seminggu sudah cukup untuk hasil yang optimal. Setiap sesi sebaiknya berlangsung selama 20-30 menit, dengan suhu air dijaga antara 36-38℃. Ini akan merilekskan otot tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan.
CYA, singkatan dari Asam Sianurat, adalah senyawa organik kristal putih, yang sering disebut sebagai "penstabil klorin" atau "pelindung klorin." Fungsi utamanya adalah untuk menstabilkan klorin dalam air bak mandi air panas spa luar ruangan, mencegahnya terurai oleh sinar ultraviolet matahari, sehingga memperpanjang waktu efektif klorin.
Jika bak mandi air panas spa luar ruangan terpapar sinar matahari dalam waktu lama, jika disinfektan tidak mencukupi, atau jika sistem filtrasi tidak berfungsi dengan baik, alga akan tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, menyebabkan air tampak hijau atau keruh. Ini adalah salah satu penyebab paling umum dari "air hijau."
Jika pH terlalu rendah (di bawah 7,0), artinya air lebih asam, yang menyebabkan berbagai masalah. Banyak pengguna memperhatikan bahwa ketika pH terus-menerus rendah, air tidak hanya mengiritasi kulit dan mata tetapi juga dapat menjadi keruh atau keputihan. Ini bukan kebetulan tetapi merupakan hasil dari reaksi kimia.
Sistem jet membutuhkan ruang masuk udara yang cukup untuk bercampur dengan aliran air dan menciptakan efek pijat. Jika permukaan air terlalu tinggi, lubang ventilasi akan terendam, sehingga mencegah sistem menarik udara yang cukup, mengakibatkan aliran air melemah dan semburan air tidak merata.