- Rumah
- >
Berita
Pengardean adalah salah satu persyaratan keselamatan dasar untuk semua peralatan listrik. Untuk bak mandi pusaran air luar ruangan, terutama saat digunakan di luar ruangan, sangat penting untuk memastikan bahwa bak mandi tersebut memiliki sistem pengardean yang baik.
Jika terjadi penyumbatan udara, pengguna akan menyadari bahwa aliran air bak mandi pusaran air luar ruangan melemah secara signifikan atau bahkan berhenti sepenuhnya. Meskipun pompa dinyalakan, aliran air tetap sangat lemah dan tidak dapat menghasilkan efek pijat yang normal.
Secara teori, bak mandi pusaran air luar ruangan berkapasitas 200 galon membutuhkan laju aliran sekitar 5 hingga 7 galon per menit (GPM) untuk mencapai efek pijat yang ideal, dan tekanan aliran air harus dijaga antara 30 dan 50 pound per inci persegi (psi) untuk memastikan kekuatan tumbukan aliran air.
Ini berarti bahwa ketika semua perangkat beroperasi bersamaan, daya maksimum bak mandi adalah 4840 watt. Jika digunakan selama 2 jam per hari, konsumsi daya harian adalah: Konsumsi daya harian = 4840 watt × 2 jam = 9680 watt-jam = 9,68 kWh Jika digunakan selama 30 hari per bulan, konsumsi daya bulanan adalah: Konsumsi daya bulanan = 9,68 kWh × 30 = 290,4 kWh
Begitu listrik padam, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa semua peralatan listrik di bak mandi pusaran air luar ruangan dimatikan untuk menghindari lonjakan arus atau kerusakan sistem setelah listrik pulih.
Jika Anda memilih untuk meletakkan bak mandi pusaran air di atas ubin beton, pertimbangan pertama adalah memastikan fondasi yang stabil. Untuk meningkatkan daya dukung dan stabilitas tanah, biasanya perlu menambahkan fondasi yang kokoh pada batu bata.
Masalah pasokan listrik adalah salah satu alasan umum mengapa bak pusaran air luar ruangan tidak dapat dinyalakan. Jika pasokan listrik ke bak pusaran air terputus, seluruh perangkat tidak akan berfungsi dengan baik. Pengguna perlu memeriksa stopkontak, sakelar, dan sekering sirkuit terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pasokan listrik normal.
Sistem filtrasi bak mandi akan bekerja selama 30 menit hingga 1 jam selama proses penyaringan untuk memastikan kualitas air memenuhi standar higienis. Namun, lamanya waktu penyaringan juga bergantung pada bahan kimia yang digunakan, jenis sistem disinfeksi (seperti disinfeksi ozon, disinfeksi ultraviolet, dll.) dan tingkat pencemaran air.
Kotoran dalam air adalah salah satu penyebab umum hasil uji klorin yang tidak akurat. Air di bak mandi pusaran air tidak hanya mengandung klorin, tetapi juga berbagai zat lain, termasuk bahan organik, mineral, gas terlarut, dan polutan dari tubuh manusia.
Prinsip kerjanya melibatkan banyak komponen mekanik dan listrik, yang terpapar lingkungan luar ruangan dalam waktu lama dan pasti terpengaruh oleh faktor-faktor seperti cuaca, perubahan suhu, dan polutan. Oleh karena itu, diperlukan perawatan tertentu agar tetap berfungsi dengan baik.
Klorin akan secara bertahap terkonsumsi seiring dengan reaksi antara bahan organik, bakteri, lemak, sisa kosmetik, dan lain-lain di dalam air. Selama penggunaan, setelah tubuh manusia masuk ke dalam bak mandi, keringat, lemak, dan kosmetik yang menempel di kulit akan bereaksi dengan klorin di dalam air, sehingga menyebabkan penurunan konsentrasi klorin.
Bak mandi pusaran air luar ruangan biasanya dijaga pada suhu 37-40°C, yang merupakan kisaran suhu pertumbuhan optimal bagi banyak bakteri. Lingkungan yang hangat seperti itu tidak hanya memberikan pengalaman mandi yang nyaman, tetapi juga menyediakan kondisi ideal untuk reproduksi bakteri.